Analisa Pasar Singaraja

Apakah Pasarnya Ada?

Demand driver, kompetitor, daya beli, dan posisi Fore jika masuk pasar kopi Singaraja.

#Demand driver Singaraja

Populasi Buleleng
826 rb
64,5% usia produktif Β· CAGR 4,68% (BPS 2024)
Mahasiswa Undiksha
15–20 rb
Mahasiswa baru 2025/26: 4.735 Β· kampus di pusat kota
Wisatawan Buleleng
1,71 jt
per tahun (+7,7% YoY, 709 rb mancanegara) β€” mayoritas singgah Lovina
UMK Buleleng 2026
Rp 3,2 jt
Naik 6,6% YoY β€” daya beli anak muda naik

Segmen natural untuk Fore di Singaraja: mahasiswa Undiksha (kopi susu premium-affordable adalah barang wajib kafe kampus), pekerja muda/ASN (budget ngopi Rp 20–35 rb), dan turis Lovina yang sudah familiar dengan brand Fore dari Jakarta/Singapura/Denpasar. Wisatawan asing di Lovina memang bukan target utama Fore (posisi mereka domestic premium, bukan turis Eropa), tapi 709 ribu foreign visitors adalah bonus trafik di high season.

#Lanskap kompetitor kopi Singaraja

Ini yang menarik: belum ada pemain nasional (Fore, Kenangan, Janji Jiwa, Tomoro) di Singaraja. Pasarnya dikuasai kafe lokal independen:

KafeLokasiPosisiRelevansi
Abuela CoffeeJl. Erlangga, Kp. BugisHomey, blend arabika+robustaPemain cozy lokal β€” bukan pesaing langsung segmentasi Fore
Fye CoffeeJl. WR Supratman, PenarukanBeans Kintamani, roast in-houseKualitas kopi kuat, basis pelanggan pecinta kopi lokal
Noomad SocializedJl. A. Yani No.83, KaliuntuLifestyle cafe, Rp 46–67 rbPesaing terdekat β€” modern, harga premium, segmen kreatif muda
Kopi deKakiangJl. Sedap Malam, BanyuasriRumah tua 250 mΒ², konsep nongkrong tuaKomunitas & event β€” bukan grab-and-go
MailakuJl. Dewi Sartika Selatan No.17AVintage jadoel, chicken steakF&B hybrid, kopi pelengkap
Loaf LifeKalibukbuk (Lovina)Bakery + kopiTurf turis Lovina
COFFEENOSKY / Cafe LeoAnturan (Lovina)Breakfast turisTurf turis Lovina
NOORDWanagiri (Bedugul–Munduk)View pantai, sunsetDi luar kota β€” tidak relevan

Sumber: What's New Indonesia "Best Coffee Shops in Singaraja" (Okt 2025) β€” 9 kafe terbaik Buleleng, semuanya independen, nol chain nasional.

🎯

Gap yang Fore isi: tidak ada pemain chain premium-affordable modern di Singaraja. Noomad adalah yang paling dekat (modern, Rp 46–67 rb) tapi kapasitas & brand-nya lokal. Fore masuk dengan harga cup Rp 17–32 rb β€” lebih murah dari Noomad, dengan brand nasional + aplikasi + loyalty program. Di koridor yang sama, ini perang yang bisa dimenangkan Fore. Ini white space nyata β€” dan Fore kemungkinan besar tahu (ekspansi mereka membidik tier 2/3).

#Ujian daya beli β€” harga cup Fore vs dompet Singaraja

ItemHarga Fore (Renon)Affordability Singaraja
Kopi dasar (americano/espresso)Rp 17–22 rbAMAN β€” sejajar kafe lokal
Latte / kopi susu signatureRp 27–32 rbBATAS β€” untuk mahasiswa = 1x makan + jajan
Signature premium (pistachio, almond cocoa)Rp 36 rbOCCASIONAL β€” segmen pekerja muda/turis
Bundle / deliRp 29–87 rbWEEKEND β€” belanja keluarga/couple

Realita perilaku konsumen Singaraja (data skill riset lokal): budget ngopi mahasiswa Rp 10–25 rb, pekerja muda Rp 20–50 rb per outing. Artinya Fore harus memenangkan volume lewat menu bawah (Rp 17–22 rb) dan app promos β€” persis playbook yang mereka jalani di kota tier 2/3 lain. Volume besar datang dari repetisi murah, bukan ticket besar.

#Koridor lokasi yang masuk akal

  • Jl. Ahmad Yani β€” koridor komersial utama, ruko frontage Rp 80–150 jt/thn, dekat Noomad (validasi segmen premium lokal), akses mudah dari seluruh kota.
  • Area Undiksha (Jl. Udayana–Serasa–Kampus Tengah) β€” 15–20 rb mahasiswa dalam radius 2 km; ruko kecil Rp 15–30 jt/thn. Riski soal volume harian tapi cocok format grab-and-go kecil.
  • Jl. Dewi Sartika / diponegoro β€” koridor ruko berkembang (Mailaku di DS Selatan membuktikan trafik), harga sewa tengah.
  • Kalibukbuk (Lovina) β€” hanya kalau positioningnya mau condong turis; volume off-season tidak cukup untuk sustain gerai berbasis lokal.
⚠️

Sisi tidak enaknya Singaraja: populasi kota Β±160–200 rb (pusat), bukan 826 rb β€” angka kabupaten mencakup seluruh Buleleng yang tersebar sampai 30+ km. Volume 120 cup/hari di skenario dasar menuntut gerai di koridor terbaik kota, bukan sembarang ruko. Plus: kompetisi kopi lokal Singaraja solid secara rasa (Kintamani beans) dan komunitas (deKakiang). Brand nasional menang di konsistensi & marketing, tapi tidak otomatis menang selera.